Skip to main content

THREAT INTELLIGENCE

Rekor DDoS 31,4 Tbps oleh Botnet Aisuru dan Kimwolf

Botnet Aisuru dan Kimwolf, menurut Cloudflare, berada di balik serangan DDoS 31,4 Tbps yang disebut perusahaan itu sebagai yang terbesar yang pernah diungkap ke publik. Serangan berdurasi sekitar 35 detik itu terjadi pada akhir 2025 dan diungkap dalam laporan DDoS kuartal IV 2025, bersama kampanye "The Night Before Christmas" yang memakai perangkat Android TV yang sudah diambil alih.

Botnet Aisuru dan Kimwolf, menurut Cloudflare, berada di balik serangan DDoS 31,4 Tbps yang disebut perusahaan itu sebagai yang terbesar yang pernah diungkap ke publik. Serangan berdurasi sekitar 35 detik itu terjadi pada akhir 2025 dan diungkap dalam laporan DDoS kuartal IV 2025, bersama kampanye "The Night Before Christmas" yang memakai perangkat Android TV yang sudah diambil alih.

Ringkasan Rekor DDoS 31,4 Tbps

  • Puncak serangan rekor: 31,4 Tbps pada lapisan jaringan, berlangsung sekitar 35 detik, menurut laporan DDoS kuartal IV 2025 Cloudflare. Cloudflare tidak menyebut tanggal pastinya, hanya bahwa serangan itu terjadi beberapa minggu sebelum kampanye yang dimulai 19 Desember 2025.
  • Kampanye "The Night Before Christmas": dimulai 19 Desember 2025 dan terdiri atas 902 serangan hiper-volumetrik, dengan puncak 24 Tbps, 9 miliar paket per detik, dan 205 juta permintaan HTTP per detik.
  • Botnet: Aisuru-Kimwolf, yang menurut Cloudflare sebagian besar terdiri atas Android TV yang terinfeksi, dengan perkiraan 1 sampai 4 juta host.
  • Target kampanye: pelanggan Cloudflare, sebagian besar perusahaan telekomunikasi menurut BleepingComputer, serta dasbor dan infrastruktur Cloudflare sendiri.
  • Rekor sebelumnya: 29,7 Tbps, juga dikaitkan dengan Aisuru. Microsoft secara terpisah mengaitkan serangan 15,72 Tbps ke jaringan Azure dengan botnet ini.
  • Penanganan: Cloudflare menyatakan serangan 31,4 Tbps terdeteksi dan dimitigasi otomatis, tanpa ada teknisi yang perlu dipanggil.

Apa Itu Botnet Aisuru dan Kimwolf

Botnet adalah jaringan perangkat yang sudah dikuasai penyerang dan dikendalikan dari jarak jauh. Botnet Aisuru, bersama Kimwolf, dikenal memakai perangkat IoT murah dan router yang lemah pengamanannya. Perangkat semacam ini jarang diperbarui, sering memakai kredensial bawaan, dan pemiliknya biasanya tidak tahu perangkat itu dipakai menyerang pihak lain. Dalam kampanye Desember 2025, sumber lalu lintas berupa Android TV.

Cloudflare memperkirakan botnet ini mencakup 1 sampai 4 juta host terinfeksi, dan perkiraan dari sumber lain bisa berbeda. Microsoft, dalam kasus terpisah, menyebut satu serangan Aisuru ke Azure berasal dari lebih dari 500.000 alamat IP. Operator botnet ini belum diumumkan secara publik, jadi atribusinya bersifat teknis, bukan kepada individu atau kelompok bernama.

Skala Serangan dan Tren DDoS 2025

Menurut ringkasan BleepingComputer atas laporan DDoS kuartal IV 2025 Cloudflare, sebagian besar serangan dalam kampanye ini berlangsung singkat: lebih dari separuhnya hanya satu sampai dua menit, dan sekitar 90 persen memuncak di antara 1 dan 5 Tbps. Sekitar 94 persen berada di rentang 1 sampai 5 miliar paket per detik.

Sepanjang 2025 Cloudflare mencatat 47,1 juta serangan DDoS, naik 121 persen dibanding 2024, atau rata-rata 5.376 serangan per jam. Menurut Cloudflare, ukuran serangan hiper-volumetrik tumbuh lebih dari 700 persen dibanding serangan besar pada akhir 2024. Sektor yang paling banyak diserang pada kuartal IV adalah telekomunikasi, jasa TI, perjudian, dan gim. Laporan Cloudflare juga mencatat Bangladesh menggeser Indonesia sebagai sumber serangan DDoS terbesar pada kuartal IV 2025, disusul Ekuador; Indonesia turun ke peringkat ketiga setelah setahun berada di posisi teratas. Artinya, perangkat di jaringan Indonesia ikut tercatat sebagai bagian dari masalah.

Mengapa Ini Penting bagi Pemilik Situs dan Operator

Rekor ini bukan berarti situs kecil akan diserang 31 Tbps. Pelajarannya ada di struktur: serangan sebesar itu hanya bisa ditahan oleh jaringan mitigasi di tingkat hulu, bukan oleh server atau firewall di kantor. Organisasi yang bergantung pada satu jalur internet tanpa perlindungan hulu akan lumpuh jauh sebelum mencapai angka rekor. Dasar-dasarnya ada di artikel Serangan DDoS: Pengertian, Dampak, dan Cara Mencegahnya.

Di sisi lain, beban pembersihan jatuh pada pihak yang tidak terlihat: operator ISP yang jaringannya dipakai lalu lintas serangan, dan pembeli perangkat murah yang tidak sadar perangkatnya diambil alih.

Langkah Pertahanan untuk Organisasi

  1. Pakai mitigasi DDoS di tingkat hulu. Layanan seperti CDN dan perlindungan jaringan dari penyedia besar menyaring lalu lintas sebelum sampai ke server Anda. Pelajari peran layanan ini di Apa Itu Cloudflare.
  2. Sembunyikan origin server. Batasi akses langsung ke alamat asli server hanya dari jaringan mitigasi.
  3. Siapkan rencana respons. Tentukan siapa yang menghubungi penyedia, kapan status halaman diperbarui, dan bagaimana layanan berjalan dalam mode terbatas.
  4. Uji kapasitas dan tanggapan. Latihan berkala dengan izin tertulis dari penyedia menunjukkan titik lemah sebelum insiden nyata.
  5. Kurangi perangkat Anda yang bisa dibajak. Ganti kredensial bawaan pada router dan perangkat IoT, perbarui firmware, dan matikan akses administrasi dari internet. Panduan untuk router ada di Cara Mengamankan Router MikroTik.
  6. Hindari perangkat tanpa pembaruan. Untuk Android TV box dan perangkat sejenis, pilih merek yang rutin merilis patch dan hindari unit murah tanpa kejelasan sumber.

Kronologi Singkat

  • 2025: Aisuru dikaitkan dengan serangan 29,7 Tbps yang saat itu menjadi rekor, dan Microsoft mengaitkan serangan 15,72 Tbps dari lebih dari 500.000 alamat IP dengan botnet yang sama.
  • Akhir 2025, beberapa minggu sebelum 19 Desember: serangan 31,4 Tbps selama sekitar 35 detik dideteksi dan dimitigasi otomatis oleh Cloudflare.
  • 19 Desember 2025: kampanye "The Night Before Christmas" dimulai, dengan puncak 24 Tbps dan 205 juta permintaan per detik.
  • Akhir Januari 2026: rekor ini diungkap dalam laporan DDoS kuartal IV 2025 Cloudflare dan diberitakan BleepingComputer pada 29 Januari 2026.

Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna Rumahan dan UKM

Anda tidak perlu menjadi target untuk menjadi bagian dari serangan. Perangkat yang ikut botnet biasanya dipakai tanpa terasa: koneksi bisa melambat, tetapi sering tidak ada gejala sama sekali. Karena itu kebiasaan dasar lebih penting daripada mencari tanda infeksi. Ganti kata sandi bawaan router dan perangkat pintar, matikan fitur akses jarak jauh yang tidak dipakai, aktifkan pembaruan otomatis, dan pisahkan perangkat IoT ke jaringan tamu bila router mendukungnya. Untuk UKM, pastikan penyedia hosting dan domain menawarkan perlindungan DDoS dasar, dan catat kontak darurat mereka sebelum dibutuhkan.

Baca juga: Serangan Wiper Stryker: Dugaan Penyalahgunaan Microsoft Intune, Salt Typhoon dan Pembobolan Sistem Pengawasan FBI.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Tbps dan mengapa angkanya penting?

Tbps adalah terabit per detik, ukuran volume data yang membanjiri target. Semakin besar angkanya, semakin besar kapasitas jaringan yang dibutuhkan untuk menyerapnya. Rekor 31,4 Tbps menunjukkan bahwa penyerang kini dapat mengumpulkan kapasitas yang jauh melampaui jaringan kebanyakan organisasi.

Apakah perangkat di rumah saya bisa menjadi bagian botnet?

Bisa, terutama router dan perangkat IoT yang memakai kata sandi bawaan atau firmware lama. Tanda umumnya sulit terlihat, sehingga pencegahan lewat pembaruan dan kata sandi unik lebih efektif.

Siapa yang mengendalikan botnet Aisuru dan Kimwolf?

Operatornya belum diumumkan secara publik. Cloudflare menyebut botnetnya, bukan individu, sehingga atribusinya sebatas teknis.

Kesimpulan

Serangan 31,4 Tbps oleh botnet Aisuru dan Kimwolf disebut Cloudflare sebagai DDoS terbesar yang pernah diungkap ke publik saat laporannya terbit pada awal 2026. Pelajarannya praktis: andalkan mitigasi di hulu, kurangi perangkat yang mudah dibajak, dan latih rencana respons sebelum insiden. Jika organisasi Anda ingin menguji ketahanan layanan atau menyusun rencana respons, layanan asesmen Linuxhackingid dapat membantu.

Every article is reviewed by the practice lead who ran the work before it is published.

All insights

MORE ARTICLES

newest first
CYBER NEWS
October 30, 20267 read

Pendanaan Keamanan Open Source 2026: Linux Foundation, Akrites, dan PSF

Pendanaan open source untuk keamanan mendapat dorongan baru pada 2026: Linux Foundation mengumumkan hibah 12,5 juta dolar AS dari tujuh perusahaan teknologi pada 17 Maret, lalu meluncurkan inisiatif Akrites pada 25 Juni. Sebelumnya, pada Oktober 2025, Python Software Foundation menarik pengajuan hibah 1,5 juta dolar AS karena syaratnya. Artikel ini merangkum fakta ketiganya dan artinya bagi pengguna open source di Indonesia.

Ditulis oleh Apri Pandu Wicaksono & Tim Riset Ancaman Siber (Threat Intelligence) Linuxhackingid | Editor Keamanan Informasi
CYBER NEWS
October 30, 20268 read

Drama Industri AI 2026: Anthropic vs Pentagon dan Gugatan Musk vs OpenAI

Drama AI 2026 diisi dua perkara besar: sengketa Anthropic dengan Pentagon soal batasan penggunaan AI untuk militer, dan gugatan Elon Musk terhadap OpenAI yang berakhir dengan kekalahan Musk di tingkat pertama pada 18 Mei 2026 karena gugatannya dinilai kedaluwarsa. Keduanya berpengaruh pada cara organisasi memilih dan mengelola vendor AI. Artikel ini merangkum fakta yang terverifikasi secara netral, per 29 Oktober 2026.

Ditulis oleh Apri Pandu Wicaksono & Tim Riset Ancaman Siber (Threat Intelligence) Linuxhackingid | Editor Keamanan Informasi
THREAT INTELLIGENCE
October 30, 20268 read

Penangkapan Pengguna Alias Bjorka: Fakta Kasus dan Pelajarannya

Penangkapan pengguna alias Bjorka diumumkan Polda Metro Jaya pada 2 Oktober 2025: seorang pria berusia 22 tahun berinisial WFT diduga mengklaim menguasai data 4,9 juta nasabah sebuah bank swasta dan berniat memerasnya. Polisi belum memastikan bahwa ia orang yang sama dengan Bjorka yang membocorkan data pejabat pada 2022. Artikel ini merangkum fakta yang terverifikasi dan pelajaran bagi pembaca.

Ditulis oleh Apri Pandu Wicaksono & Tim Riset Ancaman Siber (Threat Intelligence) Linuxhackingid | Editor Keamanan Informasi

Get the next advisory first. No digest, no noise.

One email when something genuinely matters - or follow the community channels where we post first.

Join Telegram

NEXT STEP

Talk to an operator, not a sales desk.

A short scoping call, then scope, schedule and cost in writing within 2 working days.

METHODOLOGY & COMPLIANCE
ISO 27001PCI-DSSOJKUU PDP