Lewati ke konten utama

THREAT INTELLIGENCE

Salt Typhoon dan Pembobolan Sistem Pengawasan FBI

Salt Typhoon adalah nama kelompok peretas yang dikaitkan dengan negara Tiongkok dan menyasar jaringan telekomunikasi dunia, sementara pada 2026 FBI menetapkan pembobolan sistem yang menyimpan metadata pengawasan sebagai insiden besar. Dua kasus ini berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan bahwa infrastruktur telekomunikasi dan sistem pengawasan adalah target intelijen.

Salt Typhoon adalah nama kelompok peretas yang dikaitkan dengan negara Tiongkok dan menyasar jaringan telekomunikasi dunia, sementara pada 2026 FBI menetapkan pembobolan sistem yang menyimpan metadata pengawasan sebagai insiden besar. Dua kasus ini berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan bahwa infrastruktur telekomunikasi dan sistem pengawasan adalah target intelijen.

Dua Peristiwa yang Perlu Dibedakan

Kedua peristiwa ini sering disandingkan, tetapi perlu dipisahkan sejak awal.

  • Salt Typhoon (kampanye telekomunikasi): advisori gabungan AA25-239A, pertama terbit 27 Agustus 2025 dan direvisi 3 September 2025, menjelaskan aktor yang disponsori negara Tiongkok yang menyusup ke jaringan telekomunikasi, pemerintah, transportasi, penginapan, dan infrastruktur militer sejak setidaknya 2021.
  • Pembobolan sistem FBI (2026): menurut Nextgov, FBI mulai menyelidiki aktivitas tidak wajar pada 17 Februari 2026 pada sistem tak terklasifikasi yang menyimpan data pen register dan trap-and-trace; Kongres telah diberi tahu, dan status insiden besar itu diberitakan Nextgov pada 3 April 2026.

Dalam pemberitaan Nextgov, baik pemberitahuan ke Kongres maupun pernyataan FBI tidak mengaitkan insiden ini dengan Salt Typhoon; nama Salt Typhoon muncul sebagai latar dan pembanding. Jadi, dalam artikel ini keduanya adalah latar yang saling menjelaskan, bukan satu kasus.

Salt Typhoon: Apa yang Dijelaskan Advisori Bersama

Advisori AA25-239A dirilis oleh NSA, CISA, FBI, dan DC3 dan ditandatangani bersama oleh lembaga dari Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, Republik Ceko, Finlandia, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Polandia, dan Spanyol. Nama industri untuk aktor ini mencakup Salt Typhoon, OPERATOR PANDA, RedMike, UNC5807, dan GhostEmperor. Advisori menyebut pelakunya aktor siber yang disponsori negara Republik Rakyat Tiongkok dan mengaitkan operasi ini dengan tiga perusahaan Tiongkok yang disebut menyediakan produk dan layanan siber bagi dinas intelijen Tiongkok: Sichuan Juxinhe Network Technology, Beijing Huanyu Tianqiong Information Technology, dan Sichuan Zhixin Ruijie Network Technology. Atribusi ini adalah penilaian bersama pemerintah-pemerintah tersebut.

Perangkat yang disasar adalah router inti (backbone), router tepi penyedia (provider edge), dan router tepi pelanggan (customer edge), dengan fokus utama pada perangkat Cisco IOS, IOS XE, IOS XR, dan NX-OS. Contoh kerentanan yang dieksploitasi menurut advisori adalah CVE-2024-21887 (Ivanti Connect Secure dan Policy Secure), CVE-2024-3400 (Palo Alto Networks PAN-OS GlobalProtect), CVE-2023-20198 dan CVE-2023-20273 (Cisco IOS XE), serta CVE-2018-0171 (Smart Install pada Cisco IOS dan IOS XE). Advisori juga menduga aktor ini mungkin menyasar perangkat lain, misalnya firewall Fortinet, Juniper, dan SonicWall, Microsoft Exchange, router Nokia, dan perangkat Sierra Wireless. Korban yang disebut mencakup Amerika Serikat, Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan wilayah lain di dunia.

Salt Typhoon dan Pembobolan Sistem Pengawasan FBI

Menurut Nextgov (3 April 2026), Departemen Kehakiman menilai insiden FBI sebagai "major incident" menurut FISMA, juru bicara FBI membenarkan penetapan itu, dan Kongres telah diberi tahu. Sistem yang terdampak menyimpan data hasil pen register dan trap-and-trace, yang merupakan metadata (siapa menghubungi siapa), bukan isi percakapan. Menurut sumber Nextgov, yang sejauh ini teridentifikasi terpapar adalah nomor telepon target yang sedang dipantau FBI. Juru bicara FBI menyatakan akses diperoleh melalui pihak ketiga, dan perbaikan masih berlangsung.

Atribusinya belum pasti. Wall Street Journal melaporkan dugaan kaitan dengan Tiongkok, tetapi Nextgov menyatakan belum dapat mengonfirmasi secara independen kaitan pasti dengan Tiongkok, dan dalam pemberitaan itu pemerintah AS tidak menyebut pelaku secara resmi. Nextgov juga mengingatkan bahwa pada 2024 penyelidik menyimpulkan kelompok Salt Typhoon yang didukung negara Tiongkok menembus jaringan telekomunikasi global, termasuk sistem "lawful intercept" yang dipakai penegak hukum. Itulah sebabnya kedua peristiwa sering disandingkan: sistem yang dibangun untuk pengawasan sah adalah target bernilai tinggi.

Mengapa Telekomunikasi dan Lawful Intercept Menarik bagi Penyerang

Operator telekomunikasi memegang metadata komunikasi jutaan orang, dan sistem intersepsi sah (lawful intercept) secara desain memberi akses terkontrol ke komunikasi target. Jika sistem itu atau jaringan di sekitarnya dikuasai pihak lain, penyerang bisa melihat siapa yang sedang diawasi, bahkan siapa berhubungan dengan siapa. Router dan perangkat tepi menjadi jalur masuk karena berada di batas jaringan, jarang dipantau seketat server, dan sering menjalankan firmware lama. Pola ini sejalan dengan pembahasan kami tentang keamanan perangkat edge.

Langkah Pertahanan untuk Operator dan Organisasi

Advisori memuat panduan teknis rinci. Garis besarnya, yang berlaku untuk operator maupun perusahaan yang mengelola jaringan sendiri:

  1. Tambal perangkat tepi dan prioritaskan kerentanan yang sudah dieksploitasi. Gunakan daftar CISA KEV sebagai acuan prioritas, dan terapkan patch management berbasis risiko.
  2. Bandingkan konfigurasi dengan baseline. Tinjau konfigurasi router, daftar kontrol akses, tabel routing, dan pengaturan penangkapan paket terhadap baseline yang disetujui.
  3. Cari yang tidak lazim. Kontainer tidak sah (seperti Guest Shell), terowongan GRE atau IPsec baru, dan sesi SPAN atau ERSPAN yang tidak dikenal adalah tanda yang disebut advisori.
  4. Pisahkan jalur manajemen. Gunakan management VRF, batasi protokol manajemen, aktifkan hanya SSHv2 dan SNMPv3, dan matikan Telnet, HTTP, dan Smart Install.
  5. Kredensial dan log. Simpan kredensial dengan hashing kuat (Type 8, hindari Type 7), serta aktifkan log terpusat terenkripsi dan pencatatan perintah AAA.
  6. Batasi akses pihak ketiga. Insiden FBI melibatkan pihak ketiga; tinjau akses vendor dan terapkan prinsip Zero Trust.

Relevansi bagi Indonesia

Negara korban yang disebut eksplisit dalam advisori tidak mencakup Indonesia, tetapi jaringan operator di Indonesia juga dibangun dari kelas perangkat yang sama, yaitu router inti, router tepi, dan firewall perbatasan. Karena itu, pelajaran teknisnya relevan: perangkat tepi harus ditambal, jalur manajemen dipisahkan, dan akses vendor dibatasi. Bagi organisasi non-telekomunikasi, pesannya serupa untuk router dan firewall perbatasan. Tim kami menyediakan asesmen keamanan jaringan bagi organisasi yang ingin meninjau paparan perangkat tepinya.

Baca juga: Serangan Ransomware Asahi: Produksi Terhenti dan Klaim Qilin.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pembobolan FBI dilakukan Salt Typhoon?

Itu belum dikonfirmasi. Wall Street Journal melaporkan dugaan kaitan dengan Tiongkok, tetapi Nextgov menyatakan belum dapat mengonfirmasi kaitan pastinya, dan pemberitaan tersebut tidak mengaitkan insiden ini dengan Salt Typhoon.

Apakah isi percakapan ikut bocor?

Data yang dilaporkan terpapar pada sistem FBI adalah metadata pen register dan trap-and-trace, bukan isi percakapan. Menurut sumber yang dikutip Nextgov, nomor telepon target pengawasan ikut terpapar.

Apakah pengguna biasa perlu berbuat sesuatu?

Untuk kampanye Salt Typhoon, tanggung jawab utama ada pada operator dan pengelola jaringan. Pengguna biasa dapat melindungi komunikasi sensitif dengan aplikasi terenkripsi ujung ke ujung dan menjaga perangkat tetap mutakhir.

Kesimpulan

Per 29 Oktober 2026, dua fakta menonjol: Salt Typhoon adalah kampanye yang dinilai bersama oleh banyak pemerintah menyasar router telekomunikasi, dan insiden FBI, yang menurut FBI terjadi melalui pihak ketiga, menunjukkan bahwa akses vendor perlu diawasi seketat akses internal. Mulailah dari yang dapat Anda kendalikan: tambal perangkat tepi, pisahkan manajemen, dan batasi akses vendor. Untuk membangun kompetensi tim jaringan Anda, ikuti kursus keamanan jaringan dari Linuxhackingid. Rujukan: advisori CISA AA25-239A dan Nextgov/FCW.

Setiap artikel ditinjau pimpinan praktik yang menangani pekerjaannya sebelum terbit.

Semua wawasan

ARTIKEL LAINNYA

terbaru dulu
CYBER NEWS
October 30, 20267 baca

Pendanaan Keamanan Open Source 2026: Linux Foundation, Akrites, dan PSF

Pendanaan open source untuk keamanan mendapat dorongan baru pada 2026: Linux Foundation mengumumkan hibah 12,5 juta dolar AS dari tujuh perusahaan teknologi pada 17 Maret, lalu meluncurkan inisiatif Akrites pada 25 Juni. Sebelumnya, pada Oktober 2025, Python Software Foundation menarik pengajuan hibah 1,5 juta dolar AS karena syaratnya. Artikel ini merangkum fakta ketiganya dan artinya bagi pengguna open source di Indonesia.

Ditulis oleh Apri Pandu Wicaksono & Tim Riset Ancaman Siber (Threat Intelligence) Linuxhackingid | Editor Keamanan Informasi
CYBER NEWS
October 30, 20268 baca

Drama Industri AI 2026: Anthropic vs Pentagon dan Gugatan Musk vs OpenAI

Drama AI 2026 diisi dua perkara besar: sengketa Anthropic dengan Pentagon soal batasan penggunaan AI untuk militer, dan gugatan Elon Musk terhadap OpenAI yang berakhir dengan kekalahan Musk di tingkat pertama pada 18 Mei 2026 karena gugatannya dinilai kedaluwarsa. Keduanya berpengaruh pada cara organisasi memilih dan mengelola vendor AI. Artikel ini merangkum fakta yang terverifikasi secara netral, per 29 Oktober 2026.

Ditulis oleh Apri Pandu Wicaksono & Tim Riset Ancaman Siber (Threat Intelligence) Linuxhackingid | Editor Keamanan Informasi
THREAT INTELLIGENCE
October 30, 20268 baca

Penangkapan Pengguna Alias Bjorka: Fakta Kasus dan Pelajarannya

Penangkapan pengguna alias Bjorka diumumkan Polda Metro Jaya pada 2 Oktober 2025: seorang pria berusia 22 tahun berinisial WFT diduga mengklaim menguasai data 4,9 juta nasabah sebuah bank swasta dan berniat memerasnya. Polisi belum memastikan bahwa ia orang yang sama dengan Bjorka yang membocorkan data pejabat pada 2022. Artikel ini merangkum fakta yang terverifikasi dan pelajaran bagi pembaca.

Ditulis oleh Apri Pandu Wicaksono & Tim Riset Ancaman Siber (Threat Intelligence) Linuxhackingid | Editor Keamanan Informasi

Dapatkan advisory berikutnya lebih dulu. Tanpa ringkasan, tanpa kebisingan.

Satu email ketika ada sesuatu yang benar-benar penting. Atau ikuti kanal komunitas kami.

Gabung Telegram

LANGKAH BERIKUTNYA

Bicara dengan operator, bukan meja penjualan.

Panggilan scoping singkat, lalu ruang lingkup, jadwal, dan biaya tertulis dalam 2 hari kerja.

METODOLOGI & KEPATUHAN
ISO 27001PCI-DSSOJKUU PDP