Serangan yang dilaporkan sebagai ransomware Collins Aerospace pada perangkat lunak check-in MUSE mengganggu sejumlah bandara besar Eropa sejak 19 September 2025, termasuk Heathrow, Brussel, Berlin, dan Dublin, sehingga petugas harus memproses penumpang secara manual. Kasus ini menunjukkan bahaya satu platform bersama yang dipakai banyak bandara sekaligus.
Ringkasan Kejadian
- Terdeteksi: Jumat, 19 September 2025, ketika laporan penundaan penerbangan pertama muncul.
- Sistem terdampak: MUSE (Multi-User System Environment) milik Collins Aerospace, perangkat lunak pemrosesan penumpang yang memungkinkan beberapa maskapai berbagi sumber daya check-in dan gerbang, termasuk penanganan bagasi.
- Bandara terdampak: Heathrow, Brussel, Berlin Brandenburg, serta Dublin dan Cork, menurut BleepingComputer, bersama sejumlah bandara lain.
- Penangkapan: Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) menangkap seorang pria berusia empat puluhan di West Sussex atas dugaan pelanggaran Computer Misuse Act; ia dibebaskan dengan jaminan bersyarat, dan menurut NCA penyelidikan masih pada tahap awal.
- Atribusi: belum final; lihat bagian khusus di bawah.
Bagaimana Ransomware Collins Aerospace Mengganggu Bandara
MUSE dipakai bersama oleh berbagai maskapai di sebuah bandara. BleepingComputer melaporkannya sebagai serangan ransomware, sementara pernyataan RTX yang dikutip menyebutnya insiden tanpa merinci jenisnya. Ketika sistem itu lumpuh, meja check-in dan gerbang tidak lagi dapat mencetak kartu naik atau menandai bagasi lewat jalur normal. Menurut BleepingComputer, RTX, perusahaan induk Collins Aerospace, menyatakan dalam pengajuan ke SEC bahwa sistem bandara MUSE beroperasi di luar jaringan perusahaan RTX dan berada pada jaringan khusus pelanggan. RTX mengaktifkan rencana respons insiden, memberi tahu aparat hukum, dan menyatakan pelanggan beralih ke proses cadangan atau manual, yang menyebabkan penundaan dan pembatalan.
Pernyataan itu penting karena memperlihatkan persoalan tanggung jawab: sistem milik vendor yang berjalan di jaringan pelanggan berada di antara dua pihak. Siapa yang menambal, memantau, dan mengisolasinya? Pertanyaan ini sering baru dijawab ketika insiden sudah terjadi.
Atribusi: Dua Nama, Belum Ada Kepastian
Peneliti Kevin Beaumont menyebut varian itu sebagai ransomware "sangat sederhana" bernama HardBit. BleepingComputer tidak dapat memverifikasi hal tersebut dan melaporkan bahwa sumber lain menunjukkan ransomware Loki yang dipakai. Keduanya adalah program ransomware-as-a-service, sehingga afiliasi mana pun dapat menggunakannya. Dengan demikian, nama program belum menunjuk pelaku tertentu. RTX maupun penegak hukum juga tidak mengumumkan angka tebusan dalam laporan tersebut.
Jenis serangan ini dijelaskan lebih umum di artikel kami tentang apa itu ransomware.
Titik Kegagalan Tunggal pada Layanan Bersama
Pelajaran terbesarnya adalah konsentrasi risiko. Ketika banyak bandara memakai satu platform dari satu vendor, kegagalan satu platform menjadi kegagalan serentak. Tiap bandara mungkin mengamankan sistemnya sendiri dengan baik, tetapi risiko tetap menumpuk pada titik yang sama. Konsep ini berlaku jauh di luar penerbangan: rumah sakit dengan satu sistem rekam medis, bank dengan satu penyedia switching, atau pemerintah daerah dengan satu penyedia aplikasi.
Dalam teknik keandalan, kondisi ini disebut kegagalan bersama (common-mode failure): komponen yang tampak redundan ternyata bergantung pada penyebab yang sama. Memiliki beberapa bandara atau beberapa maskapai tidak membantu bila semuanya memakai platform yang sama. Karena itu, penilaian risiko pihak ketiga sebaiknya tidak hanya menanyakan apakah vendor aman, tetapi juga berapa banyak pelanggan lain yang akan ikut terdampak bersama Anda, dan apa rencana kita ketika mereka semua meminta bantuan pada saat yang sama.
Kronologi Singkat
- 19 September 2025: gangguan terdeteksi dan penundaan penerbangan dilaporkan di beberapa bandara Eropa.
- Beberapa hari kemudian: RTX menyampaikan pengajuan ke SEC tentang insiden ini, dan sekitar 24 September 2025 NCA mengumumkan penangkapan seorang pria di West Sussex yang dilakukan malam sebelumnya.
- Setelahnya: penyelidikan berlanjut; NCA menggambarkannya masih pada tahap awal.
Satu hal yang layak dicermati dari kronologi ini adalah bahwa pemulihan layanan bersama bergantung pada tiga pihak sekaligus: vendor, operator bandara, dan maskapai. Ketika tidak ada rencana bersama yang sudah dilatih, setiap pihak menunggu pihak lain, dan penumpang menanggung akibatnya di meja check-in. Rencana respons yang efektif menetapkan sejak awal siapa memegang keputusan dan bagaimana informasi mengalir antarpihak.
Langkah Pertahanan yang Konkret
- Petakan ketergantungan kritis. Daftar layanan vendor yang bila berhenti akan menghentikan bisnis Anda, dan nilai seberapa cepat Anda bisa bekerja tanpanya.
- Rancang dan latih mode manual. Pada kasus ini bandara dan maskapai beralih ke proses manual. Pastikan formulir, peralatan cetak, dan staf siap, dan latih secara berkala.
- Tuntut transparansi vendor. Masukkan ke kontrak kewajiban pelaporan insiden, waktu pemberitahuan, dan hak audit.
- Isolasi sistem vendor. Terapkan segmentasi dan kontrol akses minimum pada sistem vendor di jaringan Anda, selaras dengan Zero Trust; dasar jaringannya ada di network security.
- Siapkan rencana respons. Tentukan siapa yang memutuskan, siapa yang berkomunikasi, dan bagaimana pemulihan dilakukan; tahapannya ada di incident response.
- Cadangan teruji. Pastikan sistem dapat dipulihkan, bukan hanya dicadangkan.
Relevansi bagi Indonesia
Operator bandara, pelabuhan, rumah sakit, perbankan, dan instansi pemerintah di Indonesia juga bergantung pada platform pemasok bersama. Insiden ini terjadi di Eropa, tetapi pola risikonya sama untuk setiap layanan yang dipakai bersama banyak organisasi. Sebelum insiden terjadi, pertanyaan yang layak diajukan adalah: vendor mana yang menjadi titik kegagalan tunggal kita, dan apakah kita pernah benar-benar mencoba bekerja tanpanya? Tim kami membantu organisasi menilainya lewat asesmen keamanan.
Baca juga: Serangan Ransomware Asahi: Produksi Terhenti dan Klaim Qilin.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah data penumpang bocor?
Pernyataan RTX dan laporan awal BleepingComputer berfokus pada gangguan layanan dan tidak menyebut kebocoran data penumpang. Klaim pencurian data apa pun yang beredar perlu dikonfirmasi oleh Collins Aerospace atau otoritas terkait sebelum dipercaya.
Apakah pelakunya sudah ditangkap?
NCA menangkap seorang pria berusia empat puluhan atas dugaan pelanggaran Computer Misuse Act dan membebaskannya dengan jaminan bersyarat. NCA menyebut penyelidikan berada pada tahap awal, dan penangkapan belum sama dengan putusan bersalah.
Apa itu ransomware-as-a-service?
Model di mana pengembang menyewakan ransomware kepada afiliasi dengan bagi hasil. Karena itu nama program tidak selalu menunjukkan siapa pelaku sebenarnya.
Kesimpulan
Insiden Collins Aerospace mengingatkan bahwa ketahanan Anda tidak lebih kuat dari vendor yang paling Anda andalkan. Per 29 Oktober 2026, atribusi masih belum pasti dan penyelidikan berlanjut. Yang dapat Anda kerjakan sekarang adalah memetakan ketergantungan, melatih mode manual, dan memperkuat kontrak keamanan. Untuk menyiapkan tim, jelajahi pelatihan keamanan dari Linuxhackingid. Rujukan: BleepingComputer.
Every article is reviewed by the practice lead who ran the work before it is published.
