Lewati ke konten utama

ETHICAL HACKING

Perbedaan Hacker dan Cracker yang Sering Disalahpahami

Perbedaan hacker dan cracker terletak pada izin dan tujuan: hacker adalah orang yang gemar memahami cara kerja sistem sampai ke dalamnya, sedangkan cracker adalah orang yang masuk ke sistem tanpa izin. Dalam percakapan sehari-hari dan di media, dua istilah ini hampir selalu tertukar sehingga hacker identik dengan penjahat. Artikel ini meluruskan asal-usul kedua istilah dan menjelaskan mengapa pembedaannya penting.

Perbedaan hacker dan cracker terletak pada izin dan tujuan: hacker adalah orang yang gemar memahami cara kerja sistem sampai ke dalamnya, sedangkan cracker adalah orang yang masuk ke sistem tanpa izin. Dalam percakapan sehari-hari dan di media, dua istilah ini hampir selalu tertukar sehingga hacker identik dengan penjahat. Artikel ini meluruskan asal-usul kedua istilah dan menjelaskan mengapa pembedaannya penting.

Apa Itu Hacker?

Dokumen RFC 1392, glosarium pengguna internet yang terbit pada Januari 1993, mendefinisikan hacker sebagai seseorang yang senang memahami cara kerja internal sebuah sistem, khususnya komputer dan jaringan komputer. Pada awalnya istilah ini bersifat netral, bahkan positif: ia menggambarkan rasa ingin tahu teknis dan kegemaran mengutak-atik untuk belajar atau membuat solusi.

Dari makna dasar itu lahirlah profesi yang kini sah dan dicari, yaitu ethical hacker atau penetration tester, yang menguji keamanan sistem dengan izin pemiliknya. Detail profesinya dibahas di artikel apa itu ethical hacking.

Apa Itu Cracker?

RFC yang sama mendefinisikan cracker sebagai individu yang berusaha mengakses sistem komputer tanpa otorisasi, dan mencatat bahwa para cracker umumnya berniat jahat. RFC itu juga menyebut bahwa istilah hacker sering dipakai secara keliru dengan nada merendahkan, padahal yang dimaksud seharusnya cracker. Dengan kata lain, pembedaan ini sudah dikenal sejak awal 1990-an.

Dalam praktik, kata cracker dipakai untuk dua hal. Pertama, penyusup yang membobol sistem atau akun untuk mencuri data, merusak, atau memeras. Kedua, orang yang menghilangkan perlindungan lisensi pada perangkat lunak berbayar agar bisa dipakai tanpa membayar, yang melanggar hak cipta dan sering membawa malware di dalam berkas bajakan.

Perbedaan Hacker dan Cracker dalam Satu Pandangan

  • Izin: hacker etis bekerja dengan persetujuan pemilik sistem. Cracker bertindak tanpa hak.
  • Tujuan: hacker ingin memahami, menguji, dan memperbaiki. Cracker mencari keuntungan, merusak, atau mengganggu.
  • Hasil: hacker etis menyerahkan laporan temuan dan rekomendasi. Cracker menyisakan kerugian bagi korban.
  • Status hukum: pekerjaan hacker etis legal dan dikontrakkan. Aktivitas cracker dapat dipidana.
  • Etika: hacker profesional terikat kode etik dan perjanjian kerahasiaan. Cracker tidak terikat apa pun.

Perlu dicatat, keterampilan teknis keduanya bisa sama. Karena itulah pembedanya selalu izin dan niat, bukan kemampuan.

Mengapa Istilah Ini Sering Disalahpahami?

Pertama, media populer memakai kata hacker untuk semua pelaku peretasan karena lebih singkat dan lebih dikenal. Kedua, kata cracker di Indonesia lebih sering dikenal sebagai nama biskuit. Ketiga, ada istilah warna topi yang membuat batasnya terlihat berlapis: white hat, black hat, dan grey hat. Kaspersky, misalnya, menyebut white hat sebagai peretas dengan izin pemilik sistem dan black hat sebagai penjahat yang menyusup tanpa izin. Pemetaan lengkapnya ada di artikel jenis-jenis hacker.

Kesalahpahaman ini punya dampak praktis. Orang yang ingin berkarier di keamanan siber sering ragu karena takut dianggap penjahat, sementara orang yang meremehkan konsekuensi hukum mengira mencoba-coba sistem orang lain hanyalah hobi.

Dua Situasi yang Membedakan Keduanya

Bayangkan sebuah toko online memiliki celah pada formulir pembayarannya. Seorang ethical hacker yang dikontrak toko tersebut menguji formulir itu sesuai scope, mencatat temuannya, lalu menyerahkan laporan beserta saran perbaikan. Toko menambal celah, dan pelanggan tidak pernah tahu ada risiko. Di sisi lain, seorang cracker yang menemukan celah yang sama memanfaatkannya untuk mengambil data pelanggan, lalu menjualnya. Teknik pengujiannya bisa mirip, tetapi hasilnya berlawanan.

Situasi kedua terjadi di dunia perangkat lunak. Pengembang independen menjual aplikasi berlisensi. Seorang cracker menghilangkan perlindungan lisensinya lalu menyebarkan versi bajakan. Pengembang kehilangan pendapatan, sementara pengguna yang mengunduh berkas bajakan menghadapi risiko malware yang disisipkan di dalamnya. Pembahasan semacam ini sering luput ketika orang hanya menyorot peretasan jaringan.

Cara Melindungi Diri dari Cracker

  • Gunakan perangkat lunak berlisensi atau alternatif sumber terbuka yang sah. Berkas bajakan adalah jalur penyebaran malware yang umum.
  • Perbarui sistem dan aplikasi secara rutin agar celah yang diketahui tertutup.
  • Pakai kata sandi unik dan autentikasi multi-faktor pada akun penting.
  • Waspadai pesan yang mendesak dan verifikasi permintaan sensitif lewat saluran lain.
  • Buat cadangan berkala dan simpan salinan yang terpisah dari perangkat utama.

Bagi organisasi, tambahkan pemantauan log, pembatasan hak akses, serta pengujian keamanan berkala oleh pihak yang berizin. Dengan begitu, celah ditemukan lebih dulu oleh white hat daripada oleh cracker.

Batas Hukum dan Etika

Menjadi hacker dalam arti positif berarti bekerja dalam batas yang jelas. Di Indonesia, mengakses komputer atau sistem elektronik milik orang lain tanpa hak diatur dalam Pasal 332 KUHP (sebelumnya Pasal 30 UU ITE), dan tidak menjadi sah hanya karena niat Anda ingin membantu. Rinciannya dibahas di artikel apakah hacking melanggar hukum. Berlatihlah di lab milik sendiri, ikuti program bug bounty resmi, dan minta izin tertulis sebelum menguji sistem siapa pun.

Baca juga: Pengertian Hacking: Definisi, Jenis, dan Contohnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah hacker selalu orang jahat?

Tidak. Menurut definisi awalnya, hacker adalah orang yang senang memahami cara kerja sistem. Yang melanggar hukum adalah akses tanpa izin, dan pelakunya lebih tepat disebut cracker atau black hat.

Apakah cracker sama dengan black hat hacker?

Dalam penggunaan modern keduanya hampir selalu merujuk pada pelaku akses ilegal berniat jahat. Istilah black hat lebih umum dalam industri keamanan, sedangkan cracker lebih lekat pada komunitas teknis dan pembajakan perangkat lunak.

Bagaimana cara menjadi hacker yang legal?

Pelajari dasar jaringan, Linux, dan keamanan aplikasi, berlatih di lingkungan sendiri, lalu tempuh jalur profesional seperti penetration tester atau bug hunter berizin. Mulailah dengan memahami etika profesi cyber security.

Mengapa penting membedakan kedua istilah ini?

Pembedaan itu menjaga reputasi profesi keamanan yang sah dan membantu masyarakat memahami bahwa pelaku kejahatan siber berbeda dari para profesional yang dibayar untuk melindungi sistem. Ia juga membantu pemula memilih jalur karier yang legal sejak awal.

Kesimpulan

Hacker memahami dan memperbaiki sistem, cracker menembusnya tanpa izin. Pembedaan ini sudah tercatat sejak RFC 1392 dan tetap relevan bagi siapa pun yang ingin berkarier di keamanan siber secara legal. Jika Anda ingin belajar dari dasar dengan arahan yang jelas, lihat kursus di Linuxhackingid dan mulailah menjadi hacker dalam arti yang sebenarnya.

Setiap artikel ditinjau pimpinan praktik yang menangani pekerjaannya sebelum terbit.

Semua wawasan

ARTIKEL LAINNYA

terbaru dulu
ETHICAL HACKING
October 29, 20267 baca

Apa Itu CTF (Capture The Flag) dan Platform Latihan Hacking Legal

Apa itu CTF? CTF atau Capture The Flag adalah kompetisi keamanan siber di mana peserta memecahkan tantangan pada lingkungan yang sengaja disiapkan untuk mencari flag, yaitu string rahasia sebagai bukti tantangan terselesaikan. Karena seluruh targetnya milik penyelenggara dan memang disediakan untuk diserang, CTF menjadi salah satu cara paling aman dan legal untuk melatih keterampilan. Artikel ini menjelaskan format, kategori, dan platform latihan yang bisa Anda mulai hari ini.

Ditulis oleh Tim Riset & Instruktur Praktisi Linuxhackingid | Editor Keamanan Informasi & Ethical Hacking
ETHICAL HACKING
October 29, 20267 baca

Seberapa Realistis Dunia Hacking di Serial Mr. Robot?

Serial Mr Robot sering disebut sebagai tayangan televisi dengan gambaran hacking paling masuk akal, dan penilaian itu punya dasar yang cukup kuat. Namun realistis di layar tidak sama dengan realistis di dunia kerja, karena drama selalu memampatkan waktu dan menyederhanakan proses. Artikel ini membedah bagian yang akurat, bagian yang didramatisasi, dan pelajaran keamanan yang bisa Anda ambil, tanpa panduan menyerang apa pun.

Ditulis oleh Tim Riset & Instruktur Praktisi Linuxhackingid | Editor Keamanan Informasi & Ethical Hacking
ETHICAL HACKING
October 29, 20267 baca

Hacker Terkenal di Dunia dan Kisah di Balik Namanya

Hacker terkenal di dunia punya kisah yang menarik, tetapi nilai terbesarnya ada pada pelajaran keamanan yang ditinggalkan, bukan pada kemasyhurannya. Artikel ini menceritakan tiga tokoh yang kasusnya terdokumentasi dengan baik: Kevin Mitnick, Robert Tappan Morris, dan Marcus Hutchins. Menentukan siapa hacker terbaik sendiri tidak mungkin dilakukan secara objektif, jadi fokus kita adalah apa yang terjadi dan apa yang bisa dipelajari bertahun-tahun kemudian.

Ditulis oleh Tim Riset & Instruktur Praktisi Linuxhackingid | Editor Keamanan Informasi & Ethical Hacking

Dapatkan advisory berikutnya lebih dulu. Tanpa ringkasan, tanpa kebisingan.

Satu email ketika ada sesuatu yang benar-benar penting. Atau ikuti kanal komunitas kami.

Gabung Telegram

LANGKAH BERIKUTNYA

Bicara dengan operator, bukan meja penjualan.

Panggilan scoping singkat, lalu ruang lingkup, jadwal, dan biaya tertulis dalam 2 hari kerja.

METODOLOGI & KEPATUHAN
ISO 27001PCI-DSSOJKUU PDP