Zero trust adalah pendekatan keamanan yang tidak memberi kepercayaan otomatis kepada pengguna atau perangkat hanya karena berada di dalam jaringan organisasi; setiap permintaan akses harus diverifikasi. Pendekatan ini menjadi relevan ketika data tersebar di cloud, pegawai bekerja dari mana saja, dan jaringan internal tidak lagi bisa dianggap aman. Artikel ini membahas pengertian zero trust, tujuh prinsip menurut NIST, komponen utamanya, dan cara memulainya secara bertahap.
Apa Itu Zero Trust Security?
Publikasi NIST SP 800-207 tentang Zero Trust Architecture menjelaskan zero trust sebagai sekumpulan paradigma keamanan yang memindahkan pertahanan dari perimeter jaringan yang statis ke pengguna, aset, dan sumber daya. Prinsip intinya: tidak ada kepercayaan implisit yang diberikan berdasarkan lokasi fisik atau lokasi jaringan, maupun berdasarkan kepemilikan aset. Autentikasi dan otorisasi pengguna serta perangkat dilakukan sebelum sesi ke sumber daya dibuka.
Penting dipahami bahwa NIST menyebut zero trust bukan satu arsitektur tunggal, melainkan seperangkat prinsip panduan untuk desain alur kerja dan sistem. Karena itu tidak ada produk yang dapat Anda beli lalu menyatakan organisasi sudah zero trust. Perjalanan ini mengubah cara organisasi mengevaluasi risiko, bukan penggantian total dalam sekali waktu.
Mengapa Model Perimeter Tidak Lagi Cukup?
Model lama sering digambarkan seperti benteng berparit: sulit ditembus dari luar, tetapi siapa pun yang sudah di dalam dipercaya. Masalahnya, penyerang yang berhasil masuk, misalnya lewat kredensial curian atau perangkat yang terinfeksi, dapat bergerak leluasa. NIST merumuskan zero trust untuk menghadapi jaringan yang dipandang sudah dapat dikompromikan, dengan keputusan akses yang akurat dan berprinsip least privilege pada setiap permintaan.
Prinsip Zero Trust Menurut NIST
NIST SP 800-207 merinci tujuh prinsip (tenet) dasar. Dalam bahasa ringkas:
- Semua sumber data dan layanan komputasi dianggap sumber daya, termasuk layanan SaaS dan perangkat kecil.
- Semua komunikasi diamankan di mana pun lokasinya. Berada di jaringan kantor tidak otomatis berarti dipercaya.
- Akses diberikan per sesi, dengan hak seminimal mungkin. Akses ke satu sumber daya tidak otomatis membuka sumber daya lain.
- Akses ditentukan oleh kebijakan dinamis yang mempertimbangkan identitas, kondisi perangkat, dan atribut perilaku maupun lingkungan.
- Organisasi memantau integritas dan postur keamanan semua aset. Tidak ada aset yang dipercaya begitu saja, dan perangkat yang rentan atau tidak terkelola dapat dibatasi.
- Autentikasi dan otorisasi bersifat dinamis dan ditegakkan ketat sebelum akses diizinkan, termasuk penggunaan autentikasi multifaktor.
- Organisasi mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang kondisi aset, lalu lintas jaringan, dan permintaan akses untuk memperbaiki kebijakan.
Prinsip pertama dan kelima menjelaskan mengapa zero trust berkaitan erat dengan endpoint security: kondisi perangkat menjadi bagian dari keputusan akses. Prinsip ketiga adalah penerapan langsung dari konsep least privilege yang dibahas di CIA triad dan least privilege.
Komponen Utama Arsitektur Zero Trust
Dalam model akses abstrak NIST, seorang subjek yang membutuhkan akses ke sumber daya perusahaan dilayani melalui dua komponen logis:
- Policy Decision Point (PDP) yang memutuskan apakah akses diberikan, berdasarkan kebijakan dan informasi konteks.
- Policy Enforcement Point (PEP) yang mengaktifkan, memantau, dan pada akhirnya memutus koneksi antara subjek dan sumber daya sesuai keputusan PDP.
Di sekitar keduanya ada sistem pendukung seperti manajemen identitas, manajemen aset, pemantauan berkelanjutan, dan sumber data ancaman. Di praktik, banyak organisasi mewujudkannya lewat penyedia identitas, autentikasi multifaktor, segmentasi jaringan, dan akses aplikasi berbasis identitas.
Cara Memulai Zero Trust Secara Bertahap
CISA menerbitkan Zero Trust Maturity Model versi 2.0 dengan lima pilar, yaitu Identity, Devices, Networks, Applications and Workloads, dan Data, serta empat tahap kematangan: traditional, initial, advanced, dan optimal. Model ini membantu organisasi menilai posisinya dan merencanakan langkah berikutnya. Anda dapat membaca Zero Trust Maturity Model CISA sebagai peta jalan. Langkah awal yang realistis:
- Petakan aset dan alur data yang paling penting: siapa mengakses apa, dari mana.
- Perkuat identitas. Terapkan autentikasi dua faktor dan kelola hak akses seminimal mungkin.
- Nilai kondisi perangkat sebelum mengizinkan akses ke aplikasi sensitif.
- Segmentasi jaringan agar penyerang yang masuk tidak bergerak bebas.
- Pantau dan catat aktivitas akses, lalu gunakan datanya untuk memperbaiki kebijakan.
- Mulai dari satu aplikasi atau kelompok pengguna, ukur dampaknya, lalu perluas.
Tantangan yang perlu diantisipasi
Kebijakan yang terlalu ketat dapat mengganggu pekerjaan, sistem warisan sering tidak mendukung autentikasi modern, dan pemantauan menghasilkan banyak data yang butuh analis. Pelibatan pemilik proses bisnis serta komunikasi ke pengguna sama pentingnya dengan teknologinya.
Contoh Penerapan Sehari-hari
Bayangkan seorang pegawai keuangan yang membuka aplikasi akuntansi dari kafe. Pada model lama, cukup tersambung lewat VPN dan seluruh jaringan kantor terbuka baginya. Pada model zero trust, sistem memeriksa identitas lewat autentikasi multifaktor, memastikan laptopnya terenkripsi dan sudah diperbarui, lalu hanya membuka aplikasi akuntansi, bukan seluruh jaringan. Bila perangkatnya tiba-tiba menunjukkan perilaku janggal, aksesnya dapat dicabut di tengah sesi.
Baca juga: Cyber Security Architect: Pengertian, Tanggung Jawab, dan Skill.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah zero trust berarti tidak mempercayai pegawai sendiri?
Bukan soal curiga pada orang, tetapi soal memverifikasi setiap permintaan akses secara konsisten. Akun pegawai bisa dicuri dan perangkatnya bisa terinfeksi, sehingga verifikasi melindungi pegawai sekaligus organisasi.
Apakah zero trust menggantikan firewall dan VPN?
Tidak otomatis. Firewall tetap berguna, dan beberapa organisasi mempertahankan VPN sambil beralih ke akses berbasis identitas. Zero trust mengubah cara keputusan akses dibuat, bukan menghapus kontrol yang ada. Dasar firewall dibahas di apa itu firewall.
Apakah zero trust hanya untuk perusahaan besar?
Tidak. Prinsipnya dapat dimulai dari hal sederhana seperti autentikasi multifaktor, hak akses minimal, dan pembaruan perangkat, lalu dikembangkan sesuai kemampuan.
Apakah ada produk zero trust yang menjamin keamanan penuh?
Tidak. Zero trust adalah strategi dan kumpulan prinsip, bukan produk tunggal. Produk hanya membantu menerapkannya.
Kesimpulan
Zero trust mengganti asumsi bahwa jaringan internal itu aman dengan verifikasi eksplisit, hak akses minimal, dan pemantauan berkelanjutan. Mulailah dari identitas, perangkat, dan data yang paling kritis, lalu bergerak bertahap. Jika organisasi Anda ingin membangun kemampuan tim keamanan untuk perjalanan ini, Linuxhackingid menyediakan pelatihan untuk tim dan perusahaan.
Every article is reviewed by the practice lead who ran the work before it is published.
