Skip to main content

THREAT INTELLIGENCE

Ciri-Ciri WhatsApp Diretas dan Cara Mengamankannya

Ciri-ciri WhatsApp diretas biasanya muncul dalam bentuk hal kecil yang janggal, seperti pesan yang tidak pernah Anda kirim atau perangkat tertaut yang tidak Anda kenal. Mengenali tanda-tanda ini lebih awal membuat Anda bisa bertindak sebelum kontak dan data pribadi ikut menjadi korban.

Ciri-ciri WhatsApp diretas biasanya muncul dalam bentuk hal kecil yang janggal, seperti pesan yang tidak pernah Anda kirim atau perangkat tertaut yang tidak Anda kenal. Mengenali tanda-tanda ini lebih awal membuat Anda bisa bertindak sebelum kontak dan data pribadi ikut menjadi korban.

Apa Saja Ciri-Ciri WhatsApp Diretas?

Pengambilalihan akun WhatsApp tidak selalu terlihat dramatis. Perhatikan gejala berikut.

  • Perangkat tertaut yang tidak dikenal. Menu Perangkat Tertaut (Linked Devices) menampilkan browser, tablet, atau komputer yang tidak pernah Anda hubungkan.
  • Keluar sendiri dari akun. Anda diminta masuk ulang padahal tidak pernah keluar.
  • Balasan atas pesan yang tidak Anda tulis. Kontak menjawab pesan yang tidak pernah Anda kirim.
  • Perubahan profil. Status atau foto berubah tanpa Anda lakukan.
  • Grup asing. Anda tiba-tiba berada di grup yang tidak pernah Anda ikuti.
  • Kode verifikasi yang tidak diminta. Enam digit kode masuk ke ponsel padahal Anda tidak sedang mendaftar atau berpindah perangkat.

Satu gejala belum tentu berarti akun diretas. Kode yang masuk tanpa diminta, misalnya, bisa berarti seseorang hanya mencoba memasukkan nomor Anda. Namun jika beberapa tanda muncul bersamaan, anggaplah akun terancam dan segera ambil tindakan.

Bagaimana Akun WhatsApp Bisa Diambil Alih?

Menurut panduan ESET tentang akun WhatsApp yang diretas, ada beberapa jalur umum, dan hampir semuanya memanfaatkan manusia, bukan kelemahan enkripsi WhatsApp.

  • Rekayasa sosial untuk meminta kode. Pelaku menyamar sebagai kontak atau layanan resmi, lalu meminta enam digit kode verifikasi. Siapa pun yang memegang kode itu bisa mendaftarkan nomor Anda di perangkatnya.
  • Penyalahgunaan penautan perangkat. Halaman palsu atau kode QR palsu membuat korban menyetujui permintaan penautan, sehingga browser pelaku tersambung ke akun tanpa memerlukan kata sandi.
  • Halaman tipuan seperti voting atau undian. Halaman ini memancing korban memasukkan nomor dan kode sekali pakai.
  • SIM swap. Penipu membujuk operator seluler menerbitkan SIM baru untuk nomor Anda sehingga kode SMS jatuh ke tangan mereka.
  • Malware atau spyware di ponsel. Aplikasi berisiko, tautan berbahaya, atau perangkat yang sudah terinfeksi dapat membaca isi pesan.

Pada kasus yang jauh lebih jarang, spyware komersial memakai celah yang belum ditambal untuk menyasar jurnalis dan aktivis. Citizen Lab mencatat bahwa pada 31 Januari 2025 WhatsApp memberi tahu sekitar 90 akun yang diyakini menjadi sasaran spyware Paragon, seperti dibahas di artikel tentang zero-click attack. Bagi pengguna umum, rekayasa sosial tetap risiko yang jauh lebih besar. Pelajari polanya di artikel social engineering.

Apa yang Harus Dilakukan Jika WhatsApp Diretas?

Jika Anda masih bisa masuk

Buka Pengaturan lalu Perangkat Tertaut, kemudian keluarkan semua perangkat yang tidak Anda kenal. Anda juga bisa mengeluarkan semua perangkat tertaut, dengan konsekuensi sesi di perangkat milik Anda sendiri ikut berakhir. Setelah itu aktifkan verifikasi dua langkah.

Jika Anda sudah keluar dari akun

Pasang ulang WhatsApp, daftarkan nomor Anda kembali, dan masukkan enam digit kode yang dikirim lewat SMS atau panggilan otomatis. Pendaftaran ulang akan mengeluarkan sesi pelaku. Jika WhatsApp meminta PIN yang tidak pernah Anda buat, kemungkinan pelaku sudah mengaktifkan verifikasi dua langkah. Pemulihan lewat email cadangan lebih cepat, sedangkan tanpa email itu Anda mungkin harus menunggu hingga tujuh hari.

Setelah akun pulih

  • Beri tahu kontak lewat status dan telepon langsung ke orang terdekat bahwa pesan mencurigakan dari akun Anda harus diabaikan.
  • Perbarui sistem operasi ponsel dan pindai perangkat dengan aplikasi keamanan tepercaya.
  • Amankan cadangan di iCloud atau Google Drive dan ganti kata sandinya.
  • Ganti kata sandi akun lain yang memakai WhatsApp atau nomor yang sama sebagai verifikasi.
  • Jika nomor Anda tiba-tiba kehilangan sinyal, hubungi operator seluler untuk memeriksa kemungkinan SIM swap.

Bila pelaku memakai akun Anda untuk menipu orang lain, pertimbangkan membuat laporan ke kepolisian. Pembajakan akun adalah pelanggaran hukum menurut UU ITE.

Cara Mengamankan WhatsApp dari Peretasan

  • Aktifkan verifikasi dua langkah. Buat PIN enam digit dan tambahkan email pemulihan. Ini mencegah pelaku mendaftarkan nomor Anda hanya dengan kode SMS. Konsepnya dibahas di artikel autentikasi dua faktor.
  • Jangan pernah membagikan kode enam digit. Tidak ada pihak resmi yang meminta kode itu. Jika kontak meminta, hubungi orang tersebut langsung lewat telepon.
  • Tambahkan passkey melalui Pengaturan, Akun, lalu Passkeys, bila fitur tersedia di aplikasi Anda.
  • Periksa perangkat tertaut secara rutin, misalnya sebulan sekali, dan keluarkan yang tidak dikenal.
  • Mulai penautan hanya dari dalam aplikasi. Curigai setiap tautan atau kode QR yang meminta Anda menyetujui penautan perangkat.
  • Perbarui aplikasi dan sistem operasi. Pembaruan menutup celah yang sudah diketahui.
  • Kunci perangkat dengan baik. Gunakan PIN atau biometrik, dan lihat panduan mengamankan PIN dan kunci layar.

Kebiasaan yang Perlu Dihindari

  • Membalas permintaan kode dari kontak tanpa memastikan lewat telepon bahwa permintaan itu benar.
  • Memindai kode QR dari halaman yang bukan situs resmi WhatsApp.
  • Mengikuti tautan undian atau voting yang meminta nomor telepon Anda.
  • Memakai ponsel yang sudah dimodifikasi secara tidak resmi atau memasang aplikasi dari sumber tidak jelas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah WhatsApp bisa diretas hanya dengan nomor telepon?

Nomor saja tidak cukup. Pelaku biasanya memerlukan kode verifikasi yang Anda berikan, persetujuan penautan perangkat, kontrol atas SIM Anda, atau akses ke ponsel itu sendiri. Verifikasi dua langkah menutup sebagian besar jalur tersebut.

Apakah mengeluarkan perangkat tertaut cukup untuk memulihkan akun?

Cukup untuk menghapus sesi pelaku yang tertaut sebagai perangkat pendamping. Namun jika pelaku sudah mendaftarkan nomor Anda di ponselnya sendiri, Anda perlu mendaftar ulang, dan sebaiknya periksa juga keamanan ponsel dan cadangan Anda.

Apa yang harus saya lakukan jika kode verifikasi masuk tanpa saya minta?

Jangan bagikan kode itu kepada siapa pun dan jangan mengeklik tautan terkait. Pastikan verifikasi dua langkah aktif, lalu periksa Perangkat Tertaut.

Kesimpulan

Sebagian besar kasus WhatsApp diretas terjadi karena kode verifikasi yang dibagikan atau penautan perangkat yang disetujui secara keliru. Aktifkan verifikasi dua langkah, jaga kode tetap rahasia, dan periksa perangkat tertaut secara berkala. Untuk memahami cara pelaku membujuk korban dan cara organisasi melatih karyawannya, kunjungi halaman pelatihan Linuxhackingid.

Every article is reviewed by the practice lead who ran the work before it is published.

All insights

MORE ARTICLES

newest first
THREAT INTELLIGENCE
October 29, 20267 read

Cara Mengecek Apakah Data Pribadi Anda Bocor

Melakukan cek kebocoran data secara berkala membantu Anda mengetahui apakah email, kata sandi, atau informasi pribadi Anda sudah beredar setelah sebuah layanan dibobol. Prosesnya gratis dan hanya memakan beberapa menit, tetapi hasilnya hanya berguna jika Anda tahu cara membacanya dan langkah apa yang perlu diambil. Artikel ini menjelaskan alat yang bisa dipakai, tanda-tanda data Anda sudah bocor, dan tindakan yang tepat sesudahnya.

Ditulis oleh Tim Riset Ancaman Siber (Threat Intelligence) Linuxhackingid | Editor Keamanan Informasi
THREAT INTELLIGENCE
October 29, 20268 read

Jenis-Jenis Malware dan Cara Melindungi Perangkat

Mengenal jenis malware adalah langkah pertama untuk melindungi laptop, ponsel, dan data Anda dari perangkat lunak berbahaya. Malware adalah istilah payung bagi program yang sengaja dibuat untuk merusak sistem, mencuri informasi, atau mengambil alih perangkat tanpa izin pemiliknya. Setiap jenis bekerja dengan cara berbeda, sehingga cara mengenali dan menghentikannya juga berbeda.

Ditulis oleh Tim Riset Ancaman Siber (Threat Intelligence) Linuxhackingid | Editor Keamanan Informasi
THREAT INTELLIGENCE
October 29, 20268 read

Apa Itu Ransomware? Cara Kerja, Contoh, dan Pencegahannya

Ransomware adalah jenis malware yang mengenkripsi berkas atau sistem korban lalu menuntut tebusan agar akses dikembalikan. Serangannya bisa melumpuhkan operasional perusahaan, rumah sakit, hingga layanan pemerintah dalam hitungan jam, sehingga pencegahannya harus disiapkan jauh sebelum insiden terjadi.

Ditulis oleh Tim Riset Ancaman Siber (Threat Intelligence) Linuxhackingid | Editor Keamanan Informasi

Get the next advisory first. No digest, no noise.

One email when something genuinely matters - or follow the community channels where we post first.

Join Telegram

NEXT STEP

Talk to an operator, not a sales desk.

A short scoping call, then scope, schedule and cost in writing within 2 working days.

METHODOLOGY & COMPLIANCE
ISO 27001PCI-DSSOJKUU PDP