Skip to main content

VULNERABILITY MANAGEMENT

Apa Itu Nessus? Cara Kerja dan Jenis Scan-nya

Nessus adalah pemindai kerentanan (vulnerability scanner) dari Tenable yang dipakai untuk menemukan celah keamanan, konfigurasi yang lemah, dan perangkat lunak yang belum ditambal pada komputer, server, dan perangkat jaringan. Alat ini sudah lama menjadi salah satu pemindai yang paling dikenal, baik oleh tim IT di perusahaan maupun oleh konsultan keamanan. Artikel ini menjelaskan cara kerja Nessus, jenis scan-nya, dan hal yang perlu diperhatikan sebelum memakainya.

Nessus adalah pemindai kerentanan (vulnerability scanner) dari Tenable yang dipakai untuk menemukan celah keamanan, konfigurasi yang lemah, dan perangkat lunak yang belum ditambal pada komputer, server, dan perangkat jaringan. Alat ini sudah lama menjadi salah satu pemindai yang paling dikenal, baik oleh tim IT di perusahaan maupun oleh konsultan keamanan. Artikel ini menjelaskan cara kerja Nessus, jenis scan-nya, dan hal yang perlu diperhatikan sebelum memakainya.

Apa Itu Nessus dan dari Mana Asalnya?

Nessus dimulai pada tahun 1998 sebagai proyek terbuka yang dibuat oleh Renaud Deraison, yang kemudian ikut mendirikan Tenable. Pada Oktober 2005, dengan rilis Nessus 3, lisensinya berubah dari GNU GPL menjadi proprietary. Mesin Nessus 2 dan sebagian kecil plugin tetap berlisensi GPL, dan dari situlah proyek sumber terbuka pengganti lahir, termasuk OpenVAS.

Saat ini Nessus ditawarkan Tenable dalam beberapa edisi: Nessus Essentials (gratis, untuk penggunaan non-komersial dan edukasi), Nessus Professional, dan Nessus Expert. Perbedaan lengkap tiap edisi dibahas di artikel perbedaan Nessus Essentials dan Nessus Professional.

Bagaimana Cara Kerja Nessus?

Nessus bekerja dengan pola yang sama seperti pemindai kerentanan modern pada umumnya, yaitu menemukan aset, mengenali apa yang berjalan di dalamnya, lalu menguji aset itu terhadap basis pengetahuan kerentanan.

  1. Penemuan host. Nessus memeriksa alamat IP atau rentang jaringan yang Anda tentukan untuk mencari perangkat yang aktif.
  2. Pengenalan layanan. Port dan layanan yang terbuka diidentifikasi, mirip dengan deteksi layanan dan OS pada Nmap.
  3. Pengujian dengan plugin. Setiap pemeriksaan kerentanan dikemas sebagai plugin. Halaman produk Tenable menyebut lebih dari 319 ribu plugin yang mencakup lebih dari 117 ribu CVE, dengan ratusan plugin baru dirilis tiap minggu. Angka ini berubah seiring waktu.
  4. Pelaporan. Temuan diberi tingkat keparahan dan dikelompokkan agar bisa dipakai tim perbaikan.

Untuk penilaian risiko, Tenable menyebut dukungan skor CVSS v4, EPSS, dan VPR (Vulnerability Priority Rating). Cara membaca skor semacam itu dijelaskan di artikel level kerentanan dan skor CVSS. Prinsipnya: skor teknis perlu dipadukan dengan konteks, misalnya apakah aset itu menghadap internet dan seberapa penting datanya.

Jenis Scan di Nessus

Dokumentasi Tenable mengelompokkan template scan ke dalam tiga kelompok besar. Nama persisnya bisa sedikit berubah antarversi, tetapi pembagiannya konsisten.

Discovery

Template seperti Host Discovery dan Ping-Only Discovery dipakai untuk mengetahui perangkat apa saja yang hidup di jaringan, tanpa menguji kerentanan secara mendalam. Ini langkah awal inventarisasi aset. Template Attack Surface Discovery khusus edisi Expert.

Vulnerabilities

Kelompok ini adalah inti penggunaan Nessus. Beberapa template di dalamnya:

  • Basic Network Scan: titik awal umum untuk memeriksa host di jaringan internal.
  • Advanced Scan: pengaturan lebih rinci bagi pengguna yang ingin mengendalikan perilaku scan.
  • Credentialed Patch Audit: login ke host menggunakan kredensial yang diberikan untuk memeriksa tambalan yang belum terpasang.
  • Malware Scan, Credential Validation, dan Active Directory Starter Scan: pemeriksaan untuk tujuan yang lebih spesifik.

Compliance

Template seperti Policy Compliance Auditing, SCAP and OVAL Auditing, dan Audit Cloud Infrastructure memeriksa kepatuhan konfigurasi terhadap acuan seperti CIS benchmark. Menurut dokumentasi Tenable, template compliance tidak tersedia di Nessus Essentials, sehingga memerlukan Nessus Professional atau lebih tinggi.

Scan Berkredensial dan Tanpa Kredensial

Dua pendekatan ini sering membingungkan pemula. Scan tanpa kredensial melihat sistem dari luar, seperti pihak yang tidak punya akun. Scan berkredensial login ke sistem dengan akun yang disiapkan khusus untuk pemindaian, sehingga dapat membaca daftar paket terpasang, tingkat tambalan, dan konfigurasi lokal. Hasilnya biasanya lebih akurat dan jumlah temuan palsu berkurang, meski tetap perlu diverifikasi. Praktik terbaiknya adalah memakai akun dengan hak minimum yang cukup untuk membaca informasi yang dibutuhkan, menyimpan kredensialnya dengan aman, dan mencabutnya bila tidak dipakai.

Manfaat dan Batasan Nessus

Nessus bermanfaat untuk menemukan kerentanan yang sudah dikenal secara terjadwal, memberi gambaran awal postur keamanan, dan membantu audit kepatuhan. Namun ada batasan yang perlu dipahami:

  • Pemindai mengenali kerentanan yang sudah dikenal. Kerentanan logika bisnis atau celah baru memerlukan pengujian manual, seperti dijelaskan pada artikel perbedaan penetration testing dan vulnerability assessment.
  • Hasil dapat memuat false positive, jadi setiap temuan penting perlu divalidasi.
  • Scan aktif menghasilkan lalu lintas dan dalam kasus langka dapat mengganggu perangkat lama atau rapuh, sehingga jadwalkan di luar jam sibuk dan uji dulu pada sebagian kecil aset.
  • Lisensi dan batas aset berbeda per edisi, jadi cek ketentuan terbaru di situs Tenable sebelum memutuskan.

Konsep penilaian kerentanan secara umum, termasuk alat lain yang sejenis, dibahas pada pengertian vulnerability assessment dan tools yang digunakan.

Izin Tertulis Sebelum Memindai

Memindai sistem yang bukan milik Anda tanpa izin dapat dianggap akses ilegal. Di Indonesia hal ini bersinggungan dengan UU ITE. Dalam pekerjaan profesional, siapkan dokumen yang memuat ruang lingkup IP, jadwal, jenis scan yang diizinkan, dan kontak darurat. Bagi pelajar, gunakan lab sendiri berupa mesin virtual yang sengaja dibuat rentan, dan jangan mengarahkan scan ke jaringan kampus, kantor, atau situs orang lain.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Nessus gratis?

Ada edisi gratis bernama Nessus Essentials untuk penggunaan non-komersial dan edukasi dengan batas lima alamat IP per scanner per Oktober 2026 menurut Tenable. Untuk penggunaan kerja dan fitur lanjutan, tersedia edisi berbayar yang harganya dapat berubah.

Apakah Nessus sama dengan Nmap?

Tidak. Nmap berfokus pada penemuan host, port, layanan, dan sistem operasi, sedangkan Nessus berfokus pada pengujian kerentanan dan kepatuhan dengan basis plugin yang sangat besar. Keduanya sering dipakai bersama.

Apakah hasil Nessus pasti benar?

Tidak selalu. Hasilnya perlu diverifikasi karena bisa mengandung false positive, dan scan berkredensial umumnya lebih akurat daripada scan tanpa kredensial.

Apakah Nessus bisa dipakai di Linux, Windows, dan macOS?

Tenable menyediakan paket untuk beberapa sistem operasi. Cek halaman unduhan resmi untuk daftar platform dan versi terbaru.

Kesimpulan

Nessus membantu Anda menemukan kerentanan yang sudah dikenal secara sistematis, dari penemuan aset hingga audit kepatuhan. Gunakan sebagai bagian dari program manajemen kerentanan yang lebih luas, validasi temuannya, dan selalu pastikan ada izin tertulis. Untuk mempelajari cara memakai pemindai kerentanan dalam alur kerja keamanan yang utuh, lihat kursus Linuxhackingid atau diskusikan kebutuhan organisasi Anda dengan tim Linuxhackingid.

Every article is reviewed by the practice lead who ran the work before it is published.

All insights

MORE ARTICLES

newest first
RED TEAM
October 29, 20267 read

LAN Turtle: Risiko Perangkat Fisik di Jaringan dan Cara Mendeteksinya

LAN Turtle adalah perangkat buatan Hak5 yang menyerupai adaptor USB Ethernet biasa, tetapi berfungsi sebagai alat administrasi sistem dan pengujian penetrasi. Karena bentuknya tidak mencolok, perangkat semacam ini menjadi contoh nyata risiko perangkat fisik yang terpasang diam-diam di jaringan. Artikel ini membahas apa itu LAN Turtle, mengapa ia relevan bagi pembela jaringan, dan bagaimana organisasi dapat mendeteksi serta mencegah perangkat tak dikenal.

Ditulis oleh Tim Red Team & Penetration Tester Linuxhackingid | Ditinjau oleh Praktisi Offensive Security
BLUE TEAM & SOC
October 29, 20267 read

Apa Itu Honeypot? Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

Honeypot adalah sistem atau sumber daya umpan yang sengaja dibuat menarik bagi penyerang agar aktivitas mereka terdeteksi dan dipelajari. Karena tidak punya fungsi bisnis yang sah, setiap interaksi dengan honeypot patut dicurigai. Artikel ini menjelaskan pengertian, jenis, cara kerja, contoh alat, serta risiko yang harus dikelola oleh tim keamanan.

Ditulis oleh Tim Blue Team & SOC Analyst Linuxhackingid | Ditinjau oleh Praktisi Defensive Security
NETWORK SECURITY
October 29, 20267 read

Apa Itu Cloudflare? Fungsi dan Manfaatnya untuk Keamanan Website

Cloudflare adalah penyedia layanan jaringan dan keamanan yang berdiri di antara pengunjung dan server website Anda untuk mempercepat akses sekaligus menyaring lalu lintas berbahaya. Banyak pemilik situs memakainya untuk CDN, perlindungan DDoS, firewall aplikasi web, dan pengelolaan DNS. Artikel ini menjelaskan cara kerja Cloudflare, fungsi keamanannya, dan hal yang perlu diwaspadai agar perlindungannya tidak bocor.

Ditulis oleh Tim Network & Security Engineer Linuxhackingid | Praktisi Audit Infrastruktur & Jaringan

Get the next advisory first. No digest, no noise.

One email when something genuinely matters - or follow the community channels where we post first.

Join Telegram

NEXT STEP

Talk to an operator, not a sales desk.

A short scoping call, then scope, schedule and cost in writing within 2 working days.

METHODOLOGY & COMPLIANCE
ISO 27001PCI-DSSOJKUU PDP