Jurusan cyber security kini tersedia di beberapa kampus Indonesia, tetapi Anda tidak wajib mengambil jurusan dengan nama itu untuk berkarier di keamanan siber. Artikel ini membahas program studi yang ada, jurusan terkait yang sama relevannya, prospek kerjanya, dan cara memilih kampus. Kurikulum dapat berubah dari tahun ke tahun, jadi periksa situs resmi kampus sebelum mendaftar.
Apa Itu Jurusan Cyber Security?
Jurusan cyber security atau keamanan siber adalah program studi yang mempelajari cara melindungi sistem komputer, jaringan, aplikasi, dan data dari ancaman. Isinya biasanya lintas bidang: pemrograman, jaringan komputer, sistem operasi, kriptografi, forensik digital, manajemen risiko, serta hukum dan etika. Karena sifatnya lintas bidang, mahasiswa perlu nyaman dengan teknik sekaligus dengan cara berpikir sistematis.
Kampus dengan Jurusan atau Peminatan Cyber Security
Daftar berikut hanya contoh yang informasinya dapat dicek pada situs resmi kampus, bukan daftar lengkap atau peringkat.
- BINUS University. Program Cyber Security di School of Computer Science bergelar Sarjana Komputer (S.Kom.), berdurasi empat tahun, dan diselenggarakan di kampus Kemanggisan serta Alam Sutera. Contoh mata kuliahnya mencakup Network Penetration Testing, Computer Forensics, serta Reverse Engineering and Binary Exploitation (halaman program BINUS).
- Universitas Surabaya (Ubaya). Program S1 Informatika menyediakan jalur Network and Cyber Security dengan fokus infrastruktur jaringan, keamanan jaringan, dan keamanan data, serta topik riset seperti digital forensics dan kriptografi (profil program Ubaya).
- Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN). Perguruan tinggi kedinasan di bawah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Kabupaten Bogor. Programnya Diploma IV, antara lain Rekayasa Keamanan Siber, Rekayasa Kriptografi, dan Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi.
Banyak kampus lain memasukkan keamanan siber sebagai peminatan atau konsentrasi di dalam program Teknik Informatika, Sistem Informasi, atau Teknologi Informasi. Cek nama dan status program studi pada situs kampus atau PDDikti.
Jurusan Lain yang Relevan untuk Karier Keamanan Siber
Dunia keamanan siber menerima latar belakang yang beragam. Jurusan yang sering menjadi pintu masuk:
- Teknik Informatika atau Ilmu Komputer: fondasi pemrograman, algoritma, sistem operasi, dan jaringan.
- Sistem Informasi: tata kelola, manajemen risiko, dan audit sistem, cocok untuk jalur GRC dan audit keamanan.
- Teknologi Informasi: infrastruktur, basis data, dan administrasi sistem.
- Teknik Elektro atau Telekomunikasi: jaringan dan perangkat keras.
- Matematika: dasar yang baik untuk kriptografi.
Bagaimana Prospek Kerja Lulusan Jurusan Cyber Security?
Kebutuhan tenaga ahli masih besar. Pada Juni 2024, Kepala BSSN menyampaikan kepada Komisi III DPR bahwa Poltek SSN hanya meluluskan sekitar 100 orang per tahun, sedangkan kebutuhan sumber daya manusia bidang keamanan siber di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dihitung sekitar 8.000 orang (ValidNews). Angka itu hanya mencakup kebutuhan pemerintah, sehingga kebutuhan sektor swasta ada di luar hitungan tersebut.
Peran yang umum dituju lulusan: SOC analyst, penetration tester, security engineer, analis kerentanan, forensik digital, dan auditor atau konsultan keamanan informasi. Gambaran jalurnya dapat dibaca di roadmap karier cyber security.
Cara Memilih Kampus untuk Belajar Keamanan Siber
- Kurikulum. Pastikan ada mata kuliah praktik seperti keamanan jaringan, kriptografi, dan forensik, bukan hanya teori. Pembahasannya ada di artikel mata kuliah cyber security.
- Laboratorium dan dosen. Tanyakan ketersediaan lab keamanan dan keterlibatan dosen dalam riset atau praktik industri.
- Akreditasi program studi. Periksa status akreditasi pada situs resmi kampus atau pangkalan data pendidikan tinggi.
- Magang dan kerja sama industri. Pengalaman nyata sering lebih menentukan saat melamar kerja.
- Aktivitas kompetisi. Kegiatan CTF dan komunitas mahasiswa membantu Anda berlatih di luar kelas.
Bedanya Program Sarjana, Diploma, dan Jalur Nonformal
Program sarjana seperti S1 Informatika menekankan fondasi ilmu komputer yang luas, lalu keamanan sebagai peminatan. Program Diploma IV di perguruan tinggi vokasi biasanya lebih berorientasi keterampilan terapan. Poltek SSN termasuk perguruan tinggi kedinasan, sehingga jalur masuk dan ikatan kerjanya mengikuti ketentuan lembaga penyelenggara. Periksa aturan penerimaannya langsung ke situs resmi.
Di luar kuliah, ada jalur nonformal: kursus, bootcamp, sertifikasi, dan belajar mandiri. Jalur ini tidak menggantikan gelar bila pemberi kerja mensyaratkannya, tetapi dapat mempercepat Anda memperoleh keterampilan praktis. Banyak orang menggabungkan keduanya, misalnya kuliah informatika sambil membangun portofolio lab dan sertifikasi dasar.
Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan?
- Minat jangka panjang. Keamanan siber menuntut belajar terus-menerus. Pastikan Anda menikmati proses memecahkan masalah teknis.
- Fondasi yang fleksibel. Jurusan informatika yang luas membuka lebih banyak pilihan jika minat Anda bergeser ke pengembangan perangkat lunak atau jaringan.
- Biaya dan lokasi. Bandingkan biaya kuliah, biaya hidup, dan akses ke komunitas serta industri di sekitar kampus.
- Kemampuan bahasa Inggris. Sebagian besar dokumentasi, standar, dan sertifikasi keamanan berbahasa Inggris.
Persiapan Sebelum dan Selama Kuliah
Mulailah dari dasar yang bisa Anda latih sendiri: logika dan matematika dasar, perintah Linux, konsep jaringan, satu bahasa pemrograman, dan bahasa Inggris teknis. Jika Anda belum memulai sama sekali, ikuti roadmap belajar cyber security dari nol. Sertifikasi juga dapat melengkapi gelar, dan ringkasannya ada di sertifikasi cyber security terbaik. Seluruh latihan harus dilakukan di lab milik sendiri atau lingkungan yang secara resmi mengizinkan, sesuai UU ITE.
Baca juga: Kursus Cyber Security: Cara Memilih Program Terbaik dan Bersertifikat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah harus kuliah jurusan cyber security untuk menjadi ethical hacker?
Tidak harus. Banyak orang masuk dari Teknik Informatika, Sistem Informasi, atau belajar mandiri. Yang menentukan adalah penguasaan jaringan, sistem, dan web, serta bukti kemampuan Anda.
Jurusan apa yang paling dekat dengan cyber security?
Program yang memiliki nama atau peminatan keamanan siber paling dekat secara langsung, diikuti Teknik Informatika dan Teknologi Informasi karena fondasi teknisnya serupa.
Bisakah sertifikasi menggantikan kuliah?
Sertifikasi dan gelar memenuhi kebutuhan yang berbeda. Sertifikasi menunjukkan kompetensi spesifik, sedangkan gelar memberi fondasi yang lebih luas dan sering menjadi syarat administratif perekrutan.
Kesimpulan
Memilih jurusan cyber security berarti memilih fondasi: seberapa kuat dasar teknis, seberapa banyak praktik, dan seberapa dekat dengan industri. Jurusan terkait seperti informatika dan sistem informasi tetap menjadi jalur yang sah. Jika Anda ingin menambah praktik di luar kelas, Linuxhackingid menyediakan bootcamp keamanan siber yang bisa menjadi pelengkap kuliah Anda.
Setiap artikel ditinjau pimpinan praktik yang menangani pekerjaannya sebelum terbit.
